![]() |
| Nadiem Anwar Makarim (Mendikbud RI) |
Guru atau pendidik
merupakan komponen Pendidikan yang berada digarda depan, menjadi tonggak penggerak demi majunya
Pendidikan, yang menjadi objek dan subjek strategi yang tidak akan keluar dari
esensi Pendidikan, kualitas guru sebagai manusia tidak akan bisa tergantikan
oleh teknologi, sebagaimana yang dinyatakan oleh Menteri Pendidikan dan
Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim, bahwa
“Teknologi adalah
alat bantu guru meningkatkan potensi mereka dan mencari guru-guru penggerak
terbaik serta memastikan mereka bisa menjadi pemimpin-pemimpin pembelajaran
dalam sekolah-sekolah diseluruh Indonesia.” Tuturnya
Konsep inilah
yang diterapkan dalam kebijakan Merdeka Belajar dengan motonya yaitu, “Merdeka
belajar, Guru penggerak” yang merupakan sebuah kebijakan baru dari Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan RI (Kemendikbud RI) yang dicanangkan oleh Menteri
Pendidikan dan Kebudayaan RI (Mendikbud RI) Kabinet Indonesia Maju, Nadiem
Anwar Makarim. Bahkan, Kemendikbud yang pertama kalinya dalam sejarah Indonesia
mengadakan penyaluran bantuan sosial berupa kuota internet gratis, Bantuan
Operasional Sekolah (BOS) untuk sekolah didaerah tertinggal, terdepan, terluar
(3T) akan diperbesar anggarannya mulai tahun 2021, serta diadakannya beberapa
program, salah satunya Kampus Mengajar yang diperuntukkan bagi para mahasiswa
agar bisa ikut andil dalam kemajuan Pendidikan, khususnya diwilayah 3T.
![]() |
| Pendidikan dan Teknologi |
Kebijakan ini
semakin menonjolkan perannya disaat pandemi Covid-19 ini melanda seluruh dunia,
khususnya Indonesia. Dalam kondisi seperti inilah sebuah strategi Pendidikan dengan
adanya kebijakan Merdeka Belajar menjadi tuntutan bagi kita semua, khususnya para
guru untuk beradaptasi dan cepat menyesuaikan diri dengan dunia teknologi.
Disinilah peran guru yang kompleks terhadap peserta didiknya harus ditumbuhkan,
tidak hanya sebagai pentransfer ilmu, namun guru disini lebih kearah memfasilitasi
dan membimbing atau sebagai fasilitator, yang tetap bertujuan mewujudkan
profil pelajar Pancasila, yaitu : Kritis, mandiri, kreatif, gotong-royong,
kebhinekaan global dan berakhlak mulia. Demi mewujudkannya, maka tugas guru
sebagai fasilitator ialah mendorong peserta didiknya untuk aktif (bertanya,
mencoba, berkarya) baik dilingkup sekolah maupun di masyarakat.
Jadi, kita semua
memiliki peran masing-masing dalam mewujudkan Pendidikan yang bisa terus maju, meski
ditengah pandemi Covid-19. Jangan sampai pandemi ini menjadikan kita lemah,
namun inilah saatnya kita keluar dari zona nyaman, menuju peraduan zaman, beradaptasi
dan berkarya.
Keep Hamasah, Be Istiqomah…


No comments:
Post a Comment